Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2012

Penuh Cinta untuk Kalian Bertiga

Aku suka punya tiga seperti kalian yang bisa kupanggil sahabat.

Dear Atikah,
Dari ketiganya aku mengenalmu paling lama. Dari fase rambutku yang lurus panjang berponi miring, lalu rambut segi sebahu poni rata, dan sekarang poni random seennaknya. Aku harap hingga rambutku putih dan mulai menua, kita masih sama-sama.
Aku suka pulang masih berseragam putih abu-abu denganmu dengan hati yang menggebu-gebu bercerita tentang yang kucinta. Aku ingat saat tak banyak kata dan tangis yang keluar dari mulut dan mata kita. Dan senyum-senyum tanda ceria mulai menyeruput udara tanda kita perempuan yang selalu bahagia.
Terimakasih karena selalu mengerti setiap lekuk hati yang susah mau dipahami. Dan terimakasih mau mendengar setiap buah pikirku yang mungkin tak terlalu penting buatmu. Terimakasih karena selalu menemani dan menyemangati tanpa henti.

Dear Frutti,
Dan kamu kedua yang kukenal setelah dia. Dulu kamu anak yang sebenarnya terlihat sangat lugu dan entah kenapa dulu aku yakin sekali kamu akan menjadi temanku dikelas sepuluh itu. Kita selalu duduk semeja samping kanan dekat jendela.
Rasa bebas ketika bisa cerita denganmu. Banyak hal yang bisa kubagi tanpa harus ada yang dibatas-batasi.
Terimakasih karena sudah mengerti dan menganggapku sahabatmu. Karena sungguh, bertemu dengan sahabat sepertimu adalah salah satu gula dari kopi yang pahit yang ditawarkan hidup. Manis.

Dear Eli,
Hey cewek ganteng yang lebih banyak menghadirkan celotehan konyol dalam setiap pembicaraan. Kadang aku hanya bisa bergurau dengan isyarat kata-kata saat tak butuh nasehat dari siapa-siapa dan duduk berdua denganmu bisa jadi obatnya.
Aku suka duduk di taman tengah mengamati orang yang kukagumi bersamamu. Aku suka menunggu jemputanmu dikala sore dan menghampiri pelabuhan menikmati sepoi-sepoi angin yang lewat permisi di depan kita.
Diantara kalian bertiga, mungkin kau yang paling cuek adanya. Tapi, aku tau kamu juga yang paling bisa menghilangkan penat.
Terimakasih yang selalu mau mendengarkan celotehan-celotehan dan gurauanku,

Kepada tiga dari kalian yang selalu melengkapi satu dari aku hingga kita menyatu, tetaplah seperti itu. Entah apa yang akan kita lewati di hari-hari berikutnya, tapi yang pasti aku tidak pernah menyesal membagi putaran waktu dan melewatinya bersama sahabat-sahabatku.

@tikkaefendi
@fruttinoventi
@andrayulian

Penuh cinta dari @ekkikato. J

Jumat, 23 Maret 2012

Sixteen!

Pencapaian umur 16.


Sayapun susah untuk menjawabnya, yang jelas tahun ini cukup mendewasakan saya. Saya bukan tipe orang yang "berkoar" lewat social networking kalau saya ingin berubah, saya ingin menjadi lebih baik, saya berusaha menjadi lebih baik. Namun percayalah kawan, saya selalu berusaha menjadi lebih baik disetiap nafas yang saya hirup. Dan percayalah kawan, saya berusaha setengah jiwa raga saya untuk selalu menjadi pribadi yang baru disetiap harinya. Mungkin tidak banyak, namun saya selalu berusaha mempelajari sesuatu yang baru setiap harinya dan bersyukur dimalam harinya saya masih bisa belajar hari ini. :)


Tahun ini mungkin cocok untuk dinobatkan sebagai perkembangan kepribadia, jika setahun yang lalu lebih pantas dinobatkan sebagai perubahan penampilan.


"You see my appearance with your eyes, but you see my personality by your heart"


Berusaha menjadi lebih baik ditiap harinya. Jika tahun lalu saya berhasil merubah penampilan dan segala hal yang bersifat kepuasan diri, tahun ini saya lebih menata hidup tentang bagaimana hubungan horisontal dan vertikal saya, dalam artian hubungan dengan lingkungan dan Allah pencipta saya.


Manajemen emosi yang semakin matang, kedekatan dengan Allah yang semakin hangat, hubungan dengan teman yang semakin tulus, hubungan dengan pacar yang semakin matang dan menjalin hubungan lagi dengan orang-orang yang sempat terlupakan masuk kedaftar "pencapaian" saya tahun ini. Hal kecil memang, tapi suatu hal besar bagi hubungan pribadi saya secara horisontal dan vertikal.


Setiap sujud saya dengan Allah memberi makna lebih, setiap pelukan saya dengan siTeor memberi suatu rasa syukur dan anugerah luar biasa, setiap waktu yang saya lalui bersama sahabat membuat saya lebih mengerti dan mengerti lagi arti kasih sayang, ekspresi kasih sayang terhadap keluarga yang sengaja saya luapkan berlebihan (saya hanya takut jika suatu saat saya tidak bisa memeluk orang tua saya lagi), dan berkata "hallo" lebih dulu kepada orang yang sudah lama tidak kontak. Pencapaian sederhana dari seorang saya, mungkin tidak tepat jika disebut pencapaian, ini lebih disebut sebagai pengembangan diri.


Hubungan dengan Teor?
Terima kasih Allah SWT, engkau masih mengizinkan saya untuk bisa bersamanya.
Ia adalah kado yang tiada henti. :)