Tampilkan postingan dengan label gila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gila. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 Februari 2012
Minggu, 29 Januari 2012
Cinta Dalam Semangkuk Bakmi
Jika cinta dapat diibaratkan seperti semangkuk bakmi, mungkin “cinta” dalam cerita saya ini termasuk mie instan. Terjadi begitu saja.
Begini:
Cinta memang dapat diibaratkan seperti semangkuk bakmi. Mudah putus, mengenyangkan, disukai hampir semua orang, dan banyak jenisnya. Dan “cinta” saya kali ini adalah mie instan Korea yang ditaburi potongan kimchee.

Tunggu. Saya tersedak. Kimchee-nya menyangkut di tenggorokan. Beri saya minum, Sam Dong. Sarang hae. Sumpah! Saya sarang kepadamu!
#cumanaksirunite
Begini:
Saya pernah naksir seseorang. Cuma naksir. Mungkin bukan naksir. Hanya kagum saja. Kapan terjadinya? Kemarin. Dan berakhir hari ini. Penyebabnya? Terlalu banyak menonton serial Korea. Dan mengapa secepat itu berakhir? Karena saya sudah selesai menonton serial itu sampai episode terakhir. Kenapa saya bisa naksir? Karena lelaki itu tampan, penyayang, cerdas, jujur, dan baik hati. Yah, seperti tokoh “jagoan” dalam kebanyakan film lah. Lalu kenapa saya tidak ingin memacari dan dipacarinya? Karena dia hanya tokoh fiktif. Dan rumahnya jauh. Dan saya tidak bisa berbahasa Korea.Sekian cerita saya. Memang pendek, karena kalau “cuma naksir” memang tidak perlu banyak kata untuk menceritakannya.
Cinta memang dapat diibaratkan seperti semangkuk bakmi. Mudah putus, mengenyangkan, disukai hampir semua orang, dan banyak jenisnya. Dan “cinta” saya kali ini adalah mie instan Korea yang ditaburi potongan kimchee.
Tunggu. Saya tersedak. Kimchee-nya menyangkut di tenggorokan. Beri saya minum, Sam Dong. Sarang hae. Sumpah! Saya sarang kepadamu!
#cumanaksirunite
Langganan:
Postingan (Atom)

