Hai,PghIswr. Sudah menginjak dua bulan, eh? Cepat ataukah lambat menurutmu? Sangat cepat. Nggak kebayang kan, liburan bulan Desember akhir tahun 2011 lalu, aku yang tanpa rasa malu mengungkapkan ‘sesuatu’. Konyol ya? Iya. Bodoh? Iya. Setidaknya aku tidak terlihat bodoh waktu itu. Karena apa? Karena kamu. Kamu yang aku anggap akan mengacuhkan aku, menghindariku karena pernyataan bodohku yang secara gamblang terucap begitu saja, tapi pada akhirnya membuatku merasa menjadi the-most-luckies-girl in the world. :D
Setidaknya akhirnya kamu juga mengakuinya juga. Kita punya rasa yang sama kan? Sama-sama sudah menyadari sejak lama kan? Hanya mengganjal pada siapa-yang-berani-memulai. Itu saja. Aku memulai bicara, kamu memancingku kembali disaat aku mulai jenuh karena tak menemukan titik temu, karena sama-sama terhalangi oleh rasa gengsi, dan akhirnya, kamu mencerahkan segalanya, menjadikan aku dan kamu menjadi KITA.
Ya, KITA yang sampai saat ini masih sama-sama bertahan saling menyayang. Aku lebih suka menyebutnya saling menyayangi. Kamu tahu, ‘aku sayang kamu’ lebih terasa tulus dibanding ‘I love you’.
“Udah dua bulan aja ya. Tambah sayang aku ya, ngajarin adek yang baik-baik.”
“Allah bakal ngasih kita yang terbaik kok, sayang.”
Satu kalimat sederhana, hatiku tersenyum kembali. Itu mengharukan. :’)

0 komentar:
Posting Komentar